Pemerintah Harus Tindak Tegas Penistaan Agama


Pbbjatim – Dari pengalaman demo besar 4 November, Pemerintah harusnya faham bahwa masalah penistaan agama tidak dapat didiamkan, tetapi harus diambil langkah hukum yang tegas. Pemerintah tidak boleh terkesan melindungi seseorang yang diduga menista agama. Jika didiamkan, kegiatan itu makin marak, agama dilecehkan seenaknya seperti terlihat di media sosial akhir2 ini.
Persoalan agama itu adalah persoalan sensitif yang dapat memicu pergolakan sosial dan politik di negara kita. Di negara lain mungkin tidak. Persoalan agama tidak bisa dibarter dengan kepentingan politik sesaat jenis apapun, karena dapat berakibat fatal yakni terpecah-belahnya kita sebagai sebuah bangsa. Demo besar tdk akan terjadi jika sejak awal penegak hukum mengambil langkah hukum yg tegas terhadap Ahok. Namun, aparat seperti tidak berdaya karena Ahok terkesan dilindungi Presiden Jokowi.

Para pendemo dan umat Islam sejak awal ingin demo damai. Janji Jokowi akan menindak tegas Ahok dan beliau akan tetap di istana, menerima dengan baik wakil2 demonstran, akhirnya buyar karena Presiden pergi ke Cengkareng untuk susuatu yg tdk begitu penting. Wapres Kalla yang akhirnya menerima wakil demonstrans, tak cukup memuaskan.

Akhirnya sebagian pendemo tetap bertahan untuk bertemu Presiden. Namun itu tdk terjadi sampai pagi ini 5/11/2016. Padahal, rusuh sudah terjadi di beberapa titik wilayah Jakarta. Presiden yang dicitrakan dekat dengan rakyat, disaat yg genting justru menghindar dari rakyatnya sendiri.

Janji Kalla untuk tuntaskan penyelidikan dugaan penistaan agama oleh Ahok selama 2 minggu, dinilai cukup lama. Dalam dua minggu ini berbagai hal tak terduga bisa saja terjadi. Pemerintah harus mempercepat proses ini. Jika tidak ada langkah nyata, demo lebih besar bukan mustahil akan terjadi.

Jika Pemerintah bertindak tegas terhadap siapa saja yang menista agama, Pemerintah telah membuat tenteram hati rakyat yg rata2 kuat perasaan keagamannya. Citra dan wibawa pemerintah akan naik. Tapi jika lalai, citra dan wibawa pemerintah akan terus merosot.

Konfrensi pers Presiden Jokowi tadi malam tidaklah mengena dengan inti persoalan penistaan agama yg diduga dilakukan Ahok. Walau dalam setiap peristiwa sangatlah mungkin akan ada pihak2 yang bermain menangguk udang di air keruh, namun mengungkap hal ini ke publik yg awam, bukanlah langkah yg bijak. Pemerintah dinilai hanya membelokkan persoalan mencari kambing  hitam, sementara inti persoalan tak tersentuh dan tak tertangani. Secara umum, Presiden nampak kurang bijak dan kurang tepat menangani dugaan penistaan agama ini.

Presiden Jokowi dan para pembantunya mempunyai waktu yg terbatas untuk mengatasi keadaan pasca demo besar 4 November. Walau pagi subuh ini Habib Rizik sudah berpidato mengarahkan agar peserta demo pulang ke rumah masing2, namun keadaan mencekam belumlah reda.

Dari sebelum maupun ketika demo terjadi kemarin, keadaan sudah dapat dibaca. Jika Pemerintah salah ambil kebijakan, rasa tidak puas penanganan penistaan agama bisa berujung pada desakan untuk memakzulkan Presiden. Saya sudah ingatkan hal ini dua minggu yang lalu. Presiden Jokowi harus hati2 betul menangani keadaan dan jangan lari menghindar dari masalah yang sudah ada di depan mata (AQJ/PBB-EJ)

By Yusril Ihza Mahendra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s